source : http://www.infopalestina.com

Sebuah sumber pejabat Mesir mengatakan kemarin Selasa (2/3), bahwa pihak berwenang Mesir memutuskan untuk menutup perlintasan perbatasan Rafah Jalur Gaza Kamis besok baik perlintasan darat atau laut.
Surat kabar “Al Ahram” Mesir melansir pernyataan resmi pejabatnya bahwa hal itu dilakukan setelah korban terluka telah masuk ke Mesir dan sebagian besar dari orang-orang yang dirawat di rumah sakit Mesir telah kembali ke Jalur Gaza. Sumber menegaskan bahwa perlintasan Rafah akan akan dibuka pada waktu yang telah ditetapkan oleh Mesir dan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kemanusiaan karena dianggapnya perlu.

Sumber menyatakan bahwa semua bantuan truk dan container dari dari Negara luar dan organisasi dan badan bantuan akan dimasukkan melalui persimpangan Kerem Shalom dan Auja ke Jalur Gaza.
Sumber menambahkan bahwa Mesir akan mengambil langkah-langkah yang dianggapnya tepat terkait dengan mengontrol lalu lintas perjalanan melalui Rafah ketika dibuka seperti sekarang. Sebab perlintasan ini tunduk pada aturan dan kontrol dilaksanakan oleh otoritas Mesir terhadap semua orang yang hendak atau dari Jalur Gaza.

Sumber resmi Mesir mengatakan bahwa situasi kemanusiaan dan situasi merupakan prinsip dalam menenukan sikap Mesir dalam mengambil keputusan di persimpangan Rafah.
Keputusan ini dilakukan pada saat PBB dan berbagai organisasi HAM agar Mesir membuka semua perbatasan ke Jalur Gaza, khususnya di perlintasan Rafah secara permanen dan utuh yakni setelah perang yang dilakukan Israel selama 23 hari yang membunuh dan melukai lebih dari 7000 orang, perusakan rumah dan infrastruktur serta mengusir puluhan ribu warga.