Sikap pasif dan masa bodoh mayoritas negara-negara Arab terhadap penderitaan Palestina, memicu kegeraman Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. Dia kemarin melayangkan secarik surat kepada pemimpin Arab Saudi Raja Abdullah.

”Mereka (Arab) berharap agar (Hamas-Palestina) yang lemah itu akan hancur lalu menyerah pada tekanan penjajah,” kritik Ahmadinejad.
Kecaman paling keras Iran memang ditujukan kepada Arab Saudi. Negara penghasil minyak terbesar dunia itu selama ini cenderung diam dan tak melakukan aksi apapun terkait serangan Israel ke Gaza. Kepada Raja Abdullah, Ahmadinejad mengatakan agar segera bangkit dari kebungkamannya dan tidak ragu melontarkan pandangannya tentang krisis di Gaza.

Dalam surat itu, Iran sekali lagi mengungkapkan prinsipnya untuk tidak mengakui eksistensi Israel. Selama ini, baik di forum-forum nasional maupun internasional, Ahmadinejad selalu secara tegas menyatakan, Israel seharusnya dihapus dari peta dunia.

”Dengan pertolongan Tuhan dan bersandar pada kekuatan perlawanan rakyat Gaza serta iman pada Tuhan, tanpa keraguan sedikitpun, rezim Zionis akan gagal dan sebentar lagi bakal runtuh,” tulis Ahmadinejad.

Ahmadinejad tak hanya mengkritik negara-negara Arab, melainkan juga menyentil hati nurani serdadu Israel di lapangan. Kepada mereka Ahmadinejad menyerukan agar mengabaikan perintah serangan dari panglima mereka.

”Hei kalian para serdadu Zionis, mengapa kalian tega membunuh perempuan dan anak-anak tak berdosa? Kini saatnya kalian harus melawan dan mengabaikan perintah panglima kalian,” ujar Ahmadinejad dalam pesan keduanya yang juga diposting dalam situs pribadinya.

Terpisah, pada Rabu lalu waktu setempat, Venezuela dan Bolivia memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel sebagai bentuk protes.

Sebelum memutuskan hubungan diplomatik secara permanen, Venezuela sudah terlebih dahulu mengusir kedutaan besar Israel keluar dari Caracas para 5 Januari lalu.

Presiden Venezuela & Presiden Bolivia Memutus Hubungan Dengan Penjajah Israel

Presiden Venezuela & Presiden Bolivia Memutus Hubungan Dengan Penjajah Israel

Sementara pemerintah Bolivia memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel selang beberapa jam sebelum Venezuela mendeklarasikan keputusannya.

Kepada beberapa diplomat di ibu kota La Paz, Presiden Evo Morales berencana bakal menekan mahkamah kejahatan internasional di Amsterdam untuk memproses pelanggaran kemanusiaan yang diperbuat serdadu Israel.