dikutip dari : http://www.infopalestina.com

Gaza-Infopalestina : Pesawat-pesawat tempur Zionis Israel terus melakukan bombardir ke Jalur Gaza. Rudal-rudal Israel menghancurkan rumah-rumah warga, gedung pemerintah, masjid-masjid dan fasilitas umum lainnya.

Memasuki hari ketujuh, Jum’at (02/01/09), jumlah korban meninggal mencapai lebih 428 syuhada dan 2200-an terluka, sedang 320 lainnya dalam kondisi kritis

Sementara itu, menurut Direktur Emergency Palestina, Muawiyah Husnain mengatakan, jumlah syuhada dari kalangan anak-anak mencapai 68 orang, dari kalangan wanita dan ibu-ibu 33 orang, selebihnya, warga sipil biasa. Sementara situasi di rumah sakit sangat buruk sekali, peningkatan kesibukan mencapai 120 % dari biasanya.

Pembantaian terganas yang dilakukan pesawat tempur Israel pada hari Kamis kemarin (1/1), ketika serangan ke rumah pemimpin Hamas Dr. Nazar Rayyan di Jabaliya, wilayah utara Jalur Gaza, yang merupakan kawasan padat penduduk.

Jumlah korban meninggal dalam aksi ini mencapai 16 orang syuhada. Di antaranya adalah 4 istri korban dan 9 anak laki-laki dan perempuan korban.

Dalam serangan udara lain, rudal Israel mengantam rumah petinggi Hamas lainnya, Muhammad Ilyan, di kamp pengungsi Nusairat. Serangan juga terjadi pada rumah Nabiel Abu Umarain, salah seorang kader Hamas. Israel juga menggempur pos latihan Brigade al Qassam di timur kota Rafah. Belum ada laporan adanya korban hingga sekarang.

Pesawat-pesawat tempur Zionis Israel melakukan serangan secara massif yang difokuskan pada sepanjang perbatasan di Beit Hanun ke utara dan kampung al Tufah serta Jabaliya di timur laut Jalur Gaza. Serangan ini dilakukan Israel sebagai pendahuluan pergerakan tank-tank tempur Israel untuk memulai gempuran dari darat.

Menteri Kesehatan Palestina Dr. Baseem Naeem sebelumnya telah menegaskan bahwa korban pembantaian terbuka yang dilakukan Zionis Israel di Jalur Gaza sejak hari Sabtu (27/12), terus bertambah banyak. Terlebih ada ratusan korban luka yang dalam kondisi kritis dan puluhan lainnya masih di bawah puing-puing reruntuhan.

Naeem menegaskan persediaan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya sangat kurang untuk menghadapi kondisi darurat ini. Dia mengungakapkan ada 105 jenis obat-obatan utama yang stoknya nol, 225 kebutuhan medis lainnya stoknya juga nol. Sementara itu 93 bahan khusus laboratoriam stoknya juga nol.

Naeem mengatakan 50% mobil ambulan tidak bisa beroperasi karena tidak ada gas dan bahan bakar akibat blockade. Saat ini juga sangat dibutuhkan pembangkit listrik. Naeem menegaskan semua itu sudah terjadi sejak sebelum pembantaian yang dimulai Israel Sabtu lalu dan akibat blockade Israel. Dia mengatakan, “Agresi terjadi di tengah-tengah sikap diam Arab yang membunuh dan persekongkolan dunia.”

Dia menyatakan pasukan penjajah Zionis Israel tidak hanya menggempur isntitusi-institusi dan gedung-gedung namun mulai mengempur fasilitas-fasilits sipil dan rumah-rumah warga. Ada puluhan peringatan untuk mengosongkan rumah dan ancaman kepada para penghuninya akan dihancurkan di atas kepala mereka. Dia meminta pengiriman tim medis Arab dan rumah sakit-rumah sakit lapangan untuk membantu pengobatan korban luka di saat-saat korban tiba. Dia mengimbau Negara-negara Arab untuk mengirim obat-obatan dan kebutuhan medis secepatnya dan mengganti kekurangan mobil ambulan dengan mengirim mobil ambulan yang siap beroperasi. (asy)