Dikutip dari :
http://www.jakarta-eye-center.com/default.asp?menu=beritakegiatan&mode=detail&id=57

KELAINAN PADA MATA

Jumlah penyakit dan gangguan mata lebih dari 200. Sebagian menimpa kaum berusia 40 tahun keatas. Untungnya hampir semua masih mungkin dicegah. 1. Tak seorang pun bisa luput kena ‘mata tua’. Pasti kemampuan melihat dekat seseorang semakin menurun sejak muda. Puncaknya pada usia 40-an. Oleh proses menua, normal lensa mata semakin hari kian tak cukup kuat lagi mencembung. Itu berarti kemampuan melihat dekat berangsur menurun. Kita menyebutnya rabun dekat menua (presbyopia). Mata tua butuh kacamata baca atau plus untuk mengoreksinya.


Semakin tua, bertambah ukuran plusnya. Ini lumrah dan tak bisa di cega. Sering pusing, nyeri kepala tak kunjung hilang, tak kuat membaca lama, untuk umur diatas 40 obatnya umumnya kacamata baca. 2. Rabun jauh, resiko orang kutu buku. Boleh jadi. Jika salah menggunakan mata, Visus atau ketajaman mata menurun. Cara bacanya mungkin benar, namun turunan berkacamata, bisa rabun jauh juga. Tak awas ketika melihat jauh , tapi awas untuk membaca. Untuk mengoreksinya butuh kacamata minus. Mungkin saja perlu lensa silinder. Artinya kelainan refraksi mata ada (juga) di lengkung korneanya. Rabun jauh sebab turunan tak tercegah. Minusnya, biasanya lekas bertambah. Sedang yang bukan turunan dicegah dengan cara sehat menggunakan mata. 3. Glaukoma, si pencuri penglihatan. Waspada, tekanan bolamata mendadak bisa meninggi. Jika melebihi 20 mmHg muncul glaukoma.

Ada glaukoma turunan, ada juga yang didapat. Glaukoma turunan tak bisa dicegah. Sedangkan yang didapat, dengan meniadakan semua penyakit yang mendasari munculnya glaukoma, tak perlu glaukoma terjadi. Jika dibiarkan, glaukoma menuju puncaknya. Tekanan bolamata melonjak tinggi. Bolamata mengeras seperti batu. Lebih mengerasnya bolamata pada perabaan iseng-iseng, salah satu cara menduga kemungkinan glaukoma. 4. Infeksi mata orang dewasa. Jenis infeksi jumlahnya lebih dari 40. Bisa kuman, virus, atau jamur penyebabnya. Tidak semua berbahaya, kebanyakan bisa sembuh dengan sendirinya. Tetapi ada juga jenis yang membutakan misalnya trachoma dan herpes mata. Trachoma adalah jenis penyakit mata yang kuno. Kini lebih sering herpes zoster mata, selain herpes simplex. Dua-duanya penyakit kulit dan kelamin yang bisa menyerang mata. Umumnya suka menyerang orang berusia 50-an. Herpes Simplex dimata tampak seperti infeksi mata umumnya.

Mata merah bengkak, terasa mengganjal, mungkin terasa demam dan kurang enak badan. Herpes Zoster mata lebih ganas. Virus zoster hanya menyerang sesisi tubuh. Begitu juga pada mata. Awalnya timbul cacar merah bergerombol mirip lepuhan luka bakar di kulit sekitar mata, sesisi. 5. Katarak itu lumrah, bisa juga akibat penyakit. Boleh jadi, kebanyakan katarak bagian dari proses menua. Awalnya pada usia 50-an. Kejernihan lensa berkurang dengan bertambahnya usia. Cairan dan protein dalam lensa yang membuata lensa keruh, semakian tahun akan semakain mengeruh. Akhirnya isi lensa bisa meleleh, lensa pecah, lalau tumpah ke ruang-ruang dalam bagian bola matayang bisa menimbulkan komplikasi. Tetes katarak bukan penyembuh, melainkan cuma memperlambat matangnya katarak. 6. Retina koyak bisa membutakan juga. Hal ini bisa terjadi karena tempat cahaya direkam bisa terkelupas dan koyak. Ada bagian bayangan yang hilang dari lapangan penglihatan. Penyebabnya banyak. Penyakit retina, gangguan aliran darah retina, cedera mata, sampai akibat rabun jauh yang kelewat tinggi.

Mendadak seperti melihat tirai yang menutupi sebagian penglihatan. Mungkin diawali kilatan-kilatan cahaya melintas dilayar pandangan, beberapa hari sampai beberapa minggu menjelang kejadian. Koyakan retina perlu ‘disolder’ laser sebelum terlanjur meluas menambah lebar kebutaan, atau terkomplikasi. 7. Buta dadakan perlu diwaspadai. Tiba-tiba buta, mungkin didahului ketajaman penglihatan yang berangsur menurun atau bisa juga langsung buta. Penyebabnya sumbatan pembuluh darah retina. Penyumbatnya bisa berasal dari jantung. Ada butiran gumpalan darah emboli yang yang terhanyut dari luar mata yang menyumbat pipa pembuluh retina. Atau bisa jadi pembuluh mata retina sendiri sudah berkarat lemak, sehingga terjaadi sumbatan setempatan. Kemungkinan lain, aliran darah retina berkurang. Gejala buta dadakan mungkin bagian dari (awal) stroke. Pada satu atau kedua mata mendadak kehilangan penglihatan sebagai atau total beberapa detik sampai beberapa menit (amourosis fugax). 8. Separo komplikasi kencing manis, membutakan juga. Besar kemungkinan begitu. Pada kencing manis lama tak terkontrol, pembuluh darah kapiler retina mengalami kerusakan. Pipa pembuluh retina tersumbat ‘karat’ lemak, selain menebal dan kaku. Aliran darah retina lama-lama tak lancar, sehingga retina kekurangan makanan.

Akibatnya ketajaman penglihatan berangsur terus menerus menurun. Jika dibiarkan, kapiler dan pembuluh balik retina menjadi abnormal. Piapa pembuluh bocor dan mudah pecah. Timbul bintik pendarahan retina menjadi abnormal. Pipa pembuluh darah bocor dan mudah pecah . Timbulnya bintik pendarahan retina yang semakain memperburuk fungsi penglihatan. Ini keadaan yang kita sebut retinopati. 9. Kerusakan saraf mata. Saraf mata bermuara di retina, dan bisa rusak oleh lebih sepuluh pengganggu. Antara lain, jika tekanaan bolamata meninggi, punya penyakit retina, kena radang, kurang pasokan darah, keracunan zat (oksigen bertekanana tinggi), dan kencing manis. Umumnya akibat proses degeneratif, perubahan selama proses menua. Bis juga sebab keturunan. Penglihataan semakin memburuk, selain kemungkinan buta warna jika turunan sebabnya. 10.

Mata sebagai gejala kanker hidung-tenggorakan. Selain itu kebutaan oleh oleh karena stroke , beberapa gejala lain pada amata mencerminkan adanya tumor otak, keganansan otak, atau kanker hidung tenggorokan (nasopharynx carcinoma). Kanker nasopharynx tergolonhg ganas. Banyak menyerang pria usia paroh baya. Gejalanya bisa muncul pada mata. mendadak juling dan melihat bayangan dobel. Mungkin didahului hidung tersumbat tapi bukan pilek, mendadak tuli, muncul gangguan keseimbangan